Wall Street ditutup beragam, Indeks S&P turun pascalaporan laba emiten

Wall Street ditutup beragam, Indeks S&P turun pascalaporan laba emiten

Semua orang mengalami masalah komputer, pertama maskapai penerbangan dan sekarang NYSE

New York (ANTARA) – Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mencerna laporan laba emiten dan data ekonomi dengan indeks S&P 500 turun tipis di sesi yang sulit di tengah kerusakan teknis pada bel pembukaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 104,40 poin atau 0,31 persen, menjadi menetap di 33.733,96 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 2,86 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 4.016,95 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 30,14 poin atau 0,27 persen, menjadi ditutup di 11.334,27 poin.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor industri memimpin persentase keuntungan, sementara sektor layanan komunikasi mengalami kerugian terbesar.

Serangkaian saham yang tercatat di NYSE dihentikan di puncak sesi karena kerusakan teknis, yang menyebabkan kebingungan harga awal dan mendorong penyelidikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Lebih dari 80 saham terpengaruh oleh kesalahan tersebut, yang menyebabkan ayunan harga pembukaan di lusinan saham, termasuk Walmart Inc dan Nike Inc.

Baca juga: Wall Street perpanjang reli, didukung oleh saham teknologi

“Semua orang mengalami masalah komputer, pertama maskapai penerbangan dan sekarang NYSE,” kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, di New York. “Sepertinya itu cepat diperbaiki.”

“Beberapa data jelas buruk,” tambah Ghriskey. “Itu mengejutkan. Tak terduga.”

Musim laporan laba kuartal keempat berjalan lancar, dengan 72 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 65 persen telah mengalahkan konsensus, hanya sedikit di bawah rata-rata jangka panjang 66 persen, menurut Refinitiv.

Secara agregat, analis sekarang memperkirakan laba perusahaan S&P 500 2,9 persen di bawah kuartal tahun lalu, turun dari penurunan tahun-ke-tahun 1,6 persen yang terlihat pada 1 Januari, menurut Refinitiv.

“The Fed akan memisahkan laporan laba dan melihat bagaimana keadaan ekonomi, mengingat kenaikan suku bunga dan masalah lain di luar sana,” kata Ghriskey. “Kami semakin dekat ke titik di mana Fed melihat kemajuan yang cukup dalam pertarungan inflasi untuk menghentikan kenaikan suku bunga dan itulah mengapa pasar bereaksi positif akhir-akhir ini.”

Baca juga: Saham Eropa dibuka naik tipis, jelang rilis data PMI zona euro

Data ekonomi menunjukkan kontraksi yang lebih dangkal dari perkiraan di sektor manufaktur dan jasa-jasa pada minggu-minggu pertama tahun ini, menunjukkan bahwa suku bunga restriktif Federal Reserve meredam permintaan.

Intercontinental Exchange Inc, pemilik New York Stock Exchange, turun 2,2 persen karena penyelidik SEC mencari penyebab kebingungan bel pembukaan Selasa (24/1/2023).

Saham Alphabet Inc merosot 2,1 persen setelah Departemen Kehakiman mengajukan gugatan terhadap Google karena menyalahgunakan dominasinya dalam bisnis periklanan digital.

Konglomerat industri 3M Co dan General Electric Co sama-sama memberikan panduan ke depan yang kurang memuaskan karena hambatan inflasi. Saham 3M anjlok 6,2 persen sementara saham General Electric naik 1,2 persen.

Operator kereta api Union Pacific Corp gagal mencapai estimasi laba karena kekurangan tenaga kerja dan cuaca buruk menunda pengiriman. Sahamnya turun 3,3 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,58 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,61 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca juga: Rubel Rusia menguat, ditopang pembayaran pajak dan intervensi valas

Baca juga: IHSG ditutup melemah, tertekan penurunan harga batu bara global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Sumber: www.antaranews.com

Related posts